Program elektrifikasi di Indonesia bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dengan cara meningkatkan konversi energi dari bahan bakar gas dan minyak menjadi listrik yang disuplai langsung oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Program ini melibatkan pengembangan infrastruktur energi yang berkelanjutan, pemanfaatan sumber energi terbarukan, dan peningkatan kapasitas penggunaan konversi listrik seperti kompor hingga kendaraan listrik. Kendaraan listrik seperti mobil listrik merupakan capaian teknologi yang saat ini marak diimplementasikan. Mobil listrik jenis formula menjadi barang yang jarang ditemui karena kegunaannya spesifik. Di Indonesia, Puspernas menyelenggarakan lomba Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) yang diadakan tahunan di Politeknik Negeri Bandung (Polban). Institut Teknologi Kalimantan telah rutin mengikuti lomba tersebut dalam 2 tahun terakhir namun belum mencapai kesuksesan pada level nasional. Hal tersebut menjadi alasan utama riset ini. Studi ini mengevaluasi faktor-faktor kunci seperti desain sasis, efisiensi baterai, optimasi berat, daya tahan, serta pengujian fungsi mobil listrik. Tahapan penelitian berupa identifikasi masalah, mencari dasar teori pada studi literatur, evaluasi mobil sebelumnya, perancangan desain mobil, desain dan analisis menggunakan Finite Element Analysis (FEA) dilanjutkan fabrikasi mobil listrik formula dan terakhir pengujian fungsi prototipe. Luaran penelitian berupa publikasi ilmiah (SINTA 4), produk prototipe mobil formula listrik ITK (TKT 4) yang diharapkan juga dapat mendukung SDGs ke 7 (Clean Energy), serta artikel ilmiah di laman ITK.